Untuk Ibu: Untuk Cinta yang Tak Terucap
Hari ini, aku teringat sesuatu. Sesuatu yang tak perlu dikenang dengan hari tertentu, tapi sering kali kita lupa, dan akhirnya baru kita sadari saat ada momen seperti ini. Cinta yang tidak pernah menuntut apapun, bahkan di saat kita lalai memberi kembali.
Terkadang kita terlalu sibuk mencari hal-hal besar, mengejar impian, hingga lupa pada yang sederhana. Padahal, ada cinta yang tetap ada di belakang kita, yang selalu mendukung tanpa pernah menanyakan kembali apa yang ia dapat. Seperti sebuah pelukan yang tak pernah terucap, tapi ada di sana, menjaga kita tanpa alasan.
Ibuku adalah orang yang tidak pandai berbicara tentang perasaannya. Dia bukan orang yang mengekspresikan cinta dengan kata-kata. Terkadang aku merasa dia begitu sederhana dalam cara dia menunjukkan rasa sayangnya, tapi aku tahu, dia mencintaiku dengan cara yang jauh lebih romantis.
Ibuku selalu ada. Tak perlu bertanya, tak perlu berdebat. Dia selalu mendukung aku untuk mencoba hal-hal yang aku sukai, meski itu mungkin terlihat aneh bagi orang lain. Dari dulu, aku suka melompat-lompat dari satu hal ke hal lainnya, mencari sesuatu yang bisa membuatku merasa hidup. Tidak pernah ada kalimat "Jangan lakukan itu" atau "Itu bukan untukmu" dari ibuku. Sebaliknya, dia memberi ruang. Ruang untukku bereksplorasi, untuk memilih, untuk jatuh, dan untuk bangkit lagi.
Aku selalu berpikir, betapa banyak waktu yang aku lewatkan tanpa benar-benar menyadari betapa berharganya setiap hal kecil yang datang dari orang yang selalu ada di hidupku. Bahkan ketika aku tak bisa memberi apa yang pantas, ia tetap memberi dengan cara yang tak pernah meminta. Mungkin dia tidak pernah berkata, "Aku bangga padamu," tapi aku merasa itu ada dalam setiap keputusan yang dia buat. Dalam setiap hal yang dia biarkan aku pilih, dalam setiap kesempatan yang dia beri, aku tahu itu adalah bentuk dukungannya yang paling tulus.
Ibu, mungkin kamu tidak tahu, tapi kamu mengajarkanku bahwa tidak perlu banyak kata untuk menunjukkan cinta. Terkadang, hal yang paling penting adalah kehadiran, adalah ruang untuk tumbuh tanpa merasa tertekan, adalah kebebasan untuk mengejar mimpi tanpa rasa takut. Aku mungkin tak pernah benar-benar mengatakannya, tapi aku tahu bahwa aku selalu bisa mengandalkanmu, bahkan tanpa harus mendengarkan kata-kata manis. Kamu adalah dukungan yang tak pernah goyah. Kamu adalah alasan aku merasa bisa mengejar apapun yang aku inginkan.
Hari ini, aku ingin berhenti sejenak. Merenung, menghargai, dan berterima kasih. Bukan hanya untuk cinta yang diberikan, tetapi untuk keberadaannya yang tetap ada tanpa pernah bertanya apa yang aku lakukan untuknya. Dan itu, lebih dari cukup.
Kadang aku berpikir, apakah ada yang lebih sederhana dan lebih tulus daripada itu? Cinta yang tak perlu dilihat, tapi terasa dalam setiap langkah. Cinta yang tetap memberi tanpa menuntut kembali.
Terima kasih, untuk semua yang telah diberikan. Untuk setiap doa yang tak pernah henti, untuk setiap perhatian yang tak terucap, dan untuk cinta yang selalu hadir meski aku seringkali terlambat menyadarinya.
