NiraBiru: e-mail yang selalu ku kirimkan
ting!
Notifikasi email masuk. Aku segera membuka balasan email yang memang selalu ku tunggu selama ini.
Tunggu, selama ini?
Iya, tapi tidak lama sampai bertahun-tahun. Hanya satu bulan. Tapi bagiku satu bulan itu waktu yang cukup lama. Menantikan balasan email dari orang yang kita kagumi dalam diam adalah hal yang paling menegangkan.
Satu bulan yang lalu aku mengirimkan email pada Biru dengan akun anonim. Aku mengirimkannya tanpa menyebutkan siapa diriku. Isinya hanya puisi-puisi biasa, diksi sendu, atau cerita hal random. Selama satu bulan aku terus mengirimkan email setiap hari tanpa rasa bosan, hanya saja aku selalu ragu apakah email nya benar-benar sudah dibaca atau tidak, apakah email nya salah alamat atau tidak, sebab tak kunjung ada balasan dari si "penerima".
Hei! Aku tak semengerikan itu tenang saja. Aku mengirimi email karena memang hanya itu yang bisa ku lakukan. Aku ingin sekali mengungkapkan perasaanku, namun terlalu malu untuk mengaku dan berbicara langsung. Aku hanya bisa mengungkapkan melalui tulisan, melalui kata-kata yang ku rangkai sedemikian rupa. Sambil berharap agar Biru mengerti bahwa selama ini ada yang mengaguminya begitu besar, ada yang mencintainya dalam diam tanpa bisa mengutarakan karena takut akan banyak hal. YAITU AKU. NIRA.
Teruntuk Tuan Biru,,
Kau lihat bintang itu, bintang yang paling terang. Ia dinamakan bintang senja. Ia memiliki cahaya 100 kali lipat keterangannya dari bintang inti. Ia sangat indah jika dilihat dari kejauhan namun jika dari dekat cahayanya sangat menyilaukan bahkan membuat mataku sakit. Sewaktu waktu aku akan melihatnya dari sini dan menikmati keindahan yang dimilikinya. Dan kau tahu? Bintang senja adalah dirimu.
Lekas tekan enter setelah menyelesaikan kalimatku. Berharap cemas, entah kali ini akan mendapatkan jawab atau tidak.
Tapi ternyata malam ini berbeda, notifikasi email dengan nama Biru terpampang jelas di layar kunci hp ku. YA AKU DAPAT BALASAN.
Lu ngga bosen apa ngirim email mulu ke gua?
Lu siapa sih?
Dua kalimat balasan dari Biru berhasil mencetak seulas senyum di wajahku. Akhirnya keraguan akan pesan yang tak terbaca sudah hilang. Ternyata Biru selalu baca.
Tidak! Aku tidak pernah bosan Biru.
Aku adalah Nira.
Nira temanmu. Mungkin. Jika memang kamu menganggapku ada.

0 komentar