Capek ya jadi dewasa?
Hai...
Apa kabar? Baikkah hari-harimu? Gimana sama perasaanmu?
It's okay to say "i'm not okay pih". Gapapa... hidup ini gak selalu berjalan dengan mulus. Adakalanya kita akan diterpa dengan berbagai masalah, didatangi kesedihan, tapi.. kamu gak boleh buat nyerah okey?
Rasanya akhir-akhir ini berat banget ya buat nafas, mau melangkah aja susah banget. Sepertinya sudah mulai menyadari bahwa menjadi dewasa tidaklah se-menyenangkan yang kita bayangkan waktu kecil.
Aku menulis ini karena akupun sama. Aku sedang berada di fase dimana merasa hidup sedang berat-beratnya. Aku merasa i don't have anyone to talk dan sampe dititik yang mana i can't taking care of my self.
Kalau kamu merasakan hal yang sama, tenang kamu gak sendirian, ada aku dan tentunya banyak orang yang juga ada di fase ini. Itu kenapa aku nulis ini biar aku bisa meluk kalian lewat tulisanku yang gak seberapa ini. Jadi kalau kamu sedang butuh bantuan dan telinga untuk mendengarkan, kamu bisa cerita ke orang yang kamu percaya atau kalau kamu merasa sendiri aku siap untuk dengerin penuh keluh kesahmu. So, please seek for help yah!
...
Menjadi dewasa ternyata tak semudah yang dibayangkan dulu, semakin jauh semakin sadar bahwa inilah kenyataan. Ternyata kenyataan tak bisa disamakan dengan harapan. Semakin dewasa semakin banyak hal yang terasa rumit.
Dulu waktu kita kecil pasti pernah kita berfikir bahwa menjadi dewasa sangat menyenangkan ya.. Punya kebebasan, bisa mengambil keputusan sendiri, bisa kemana-mana dengan bebas, pokoknya versi kita kecil mengira bahwa dewasa itu hidup yang sangat enak dan bahagia. Sekarang ketika kita sudah di fase yang dulu kita inginkan, rasanya tidak semenyenangkan itu. Kita sadar bahwa semakin kita menjadi dewasa, semakin banyak tuntutan, semakin banyak tanggung jawab, kita semakin merasa sendirian. Yang akhirnya justru kita yang sekarang ini, ingin kembali ke masa kecil, masa dimana tanpa beban, tanpa tanggung jawab, hanya mengenal main dan tertawa lepas, bebas dan penuh dengan kemerdekaan.
Kalian sadar gak? Semakin dewasa kita sering merasa gak punya siapa-siapa. Bukan, bukan karena semua orang meninggalkan kita tanpa tersisa sedikitpun. Semuanya masih sama, masih disini. Tapi, hanya saja sudah mulai banyak hal yang cuma bisa kita pendem sendiri. Mau cerita rasa-rasanya takut malah menjadi beban orang lain atau gak ada yang peduli juga sama kita. Sampai-sampai kita selalu meyakinkan diri bahwa tidak perlu terlihat sedih.
Menjadi dewasa menurutku harus bisa untuk struggle bagaimana berdiri dalam keadaan baik-baik saja. Semakin usia bertambah seakan kita dituntut untuk bisa menjalani kehidupan yang masalah dan ujiannya semakin kompleks. Mental kita dituntut untuk menjadi tahan banting bagai baja, intinya kita harus bisa melewati ujian-ujian yang ada.
Ketika itu kita sampai pada titik lelah dimana kita merasa benar-benar sudah tidak kuat. Ingin pulang, namun -yang bahkan sebagian dari kita- tidak punya rumah untuk istirahat dan bersandar. Hanya ada diri sendiri yang sedang lelah. Hanya bisa memeluk diri sendiri dengan tangis yang akan berhenti di pagi hari.
Jahat banget ya dunia memberikan masa dewasa yang menyakitkan. Walaupun begitu kamu jangan jahat dengan diri sendiri. Gapapa kalau kamu mau nangis dimalam hari. Untuk saat ini kamu peluk diri kamu sendiri dulu yaa, tapi aku yakin suatu saat akan ada yang menjadi rumahmu.
Berat ya jadi dewasa?
Gapapa... akuin aja. Kita semua merasakan beratnya menjadi dewasa.
Aku cuma mau bilang..
Terima kasih yaa..Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Aku bangga banget sama kamu. Senang melihat kamu yang terus berprogress sepanjang hari.
Karena itu kamu keren sudah mampu melewati berbagai hal menyakitkan kemarin, kini kamu harus tetap kuat seperti kemarin yaa..
Kalau kata lagu JKT 48, cobalah untuk tetap hidup sampai esok hari.. siapa tau akan ada hal menarik.
Untuk kamu yang sudah keren karena mampu survive dengan dirimu sendiri hingga hari ini, semangat terus ya!! Ingat bahwa kamu tidak sendirian. Kita jalan bareng untuk terus berjuang dan capai tujuan.
