Kita Tidak Bisa Menahan Mereka yang Ingin Pergi

by - April 06, 2025


Have you ever heard the saying "People come and go"? Sebuah kalimat yang terdengar sangat klise bukan? For me, people come and go is not just a word but riiilll nyata adanya broo hehe :)
Semakin lama aku hidup, semakin aku menyadari bahwa kalimat itu bukan sekadar kata-kata tapi kenyataan yang terus terjadi, berkali-kali, di berbagai fase hidup kita.

Aku bukan orang yang nggak peduli. Justru sebaliknya, aku peduli banget sama orang-orang yang hadir di hidupku. Aku gak punya banyak orang dihidupku sampai aku takut kehilangan mereka. Takut suatu saat mereka pergi dan aku harus berjuang sendiri tanpa mereka. Of course ketika hal itu terjadi aku sedih banget dan butuh waktu lama untuk recovery diri setiap mereka pergi and at the same time pun aku juga sadar... aku nggak bisa menahan mereka.

Sometimes, it's as simple as menerima bahwa tidak semua orang ditulis untuk jadi "selamanya" di hidup kita. Ada yang datang buat ngasih pelajaran, ada yang pergi buat bikin ruang baru. Orang-orang datang dalam hidup kita bukan untuk selalu tinggal. Mereka punya jalan sendiri. Mereka punya mimpi yang harus mereka kejar, bahkan jika itu berarti menjauh dari kita. Dan mencintai atau menyayangi siapa pun tak selalu berarti menggenggam erat. Kadang, bentuk rasa sayang yang paling tulus adalah dengan tidak menahan.

Aku pernah berpikir, bukankah ketika kita sudah nggak bisa lagi memberikan apa-apa untuk seseorang, cara paling tulus menunjukkan cinta adalah dengan membiarkan mereka pergi?

Aku belajar untuk tidak menjadi egois. Aku belajar bahwa dalam menyayangi siapa pun teman, saudara, pasangan, siapa saja kita juga harus memberi mereka ruang untuk tumbuh. Dan ruang itu, kadang berarti tanpa kita di dalamnya.

Teman lama yang sekarang hanya jadi nama di daftar kontak, keluarga yang perlahan menjauh karena kesibukan, atau sahabat yang akhirnya mengambil arah hidup berbeda. Semua orang punya waktunya masing-masing di hidup kita. Dan saat masa itu habis, kita cuma bisa belajar untuk ikhlas.

Ketika temanku bertanya “Hidup lu seasik itu ya? Sampai gak masalah buat sendirian?”

Sejujurnya aku bingung gak tahu bagaimana jawabnya, karena yang mereka nggak tahu adalah, sendirian itu bukan karena aku gak butuh orang lain. Tapi karena aku belajar berdamai dengan kehilangan. Aku belajar bahwa dalam hidup, kita gak bisa selalu memiliki semua yang kita sayangi. Ada kalanya, satu-satunya bentuk cinta yang bisa kita berikan… adalah dengan membiarkan mereka pergi.

Dan jika suatu hari mereka benar-benar pergi, aku akan tetap mengenang mereka. Bukan dengan kesal atau kecewa, tapi dengan rasa syukur, karena pernah ada masa di mana kita berjalan beriringan. Dan itu… cukup.

So, next time someone leaves, jangan cuma fokus ke sakitnya. Coba lihat sisi lain: apa yang mereka bawa ke hidup kita, dan apa yang mereka tinggalkan untuk kita pelajari. People come and go, but every encounter has its purpose.

You May Also Like

0 komentar