Notifikasi yang Tak Lagi Kupunya

by - Juli 11, 2025

Aku memang tidak pernah mengirim pesan duluan, tidak pernah menanyakan kabar secara terang-terangan. Tapi di balik semua unggahan yang terlihat sepele itu; quotes galau, foto senyum yang terlalu dipaksakan, atau caption ambigu yang kubuat seperti lelucon sebenarnya, semuanya tentang kamu. Tentang aku yang mencintai dalam diam. Tentang aku yang berharap kamu sadar, meskipun aku gak pernah berani menunjukkannya secara langsung.

Dulu, kamu selalu melihat. Selalu. Setiap kali aku posting story, satu nama yang kutunggu muncul di daftar penonton: namamu. “Af telah melihat ceritamu.” Notifikasi kecil, tanpa suara, tanpa komentar, tanpa emoji, tapi bagiku... itu cukup. Karena setidaknya, kamu masih ada. Masih meluangkan beberapa detik untuk sekadar melihat aku, meskipun hanya lewat layar.

Waktu itu, aku gak butuh kamu bales. Gak perlu kamu bilang apa-apa. Asal kamu lihat, aku udah tenang. Ada perasaan aneh yang tumbuh: seolah kamu tahu aku sedang caper, dan kamu membiarkanku. Seolah kamu tahu aku sedang menyimpan rindu, dan kamu diam-diam menerimanya, walau tanpa sepatah kata.

Tapi akhir-akhir ini, kamu gak muncul lagi. Aku masih posting, masih menyusun kalimat seindah mungkin, masih memilih lagu yang cocok untuk dijadikan backsound. Tapi kamu gak lihat. Gak ada “Af telah melihat ceritamu.” Gak ada notifikasi itu. Gak ada kamu.

Aku tahu ini sepele. Tapi rasanya sakit. Bukan karena kamu gak bales, karena kamu memang gak pernah bales sejak awal tapi karena kamu gak lihat lagi. Padahal, dari dulu, hanya itu caraku merasa dekat denganmu. Hanya itu cara diam-diamku bilang, “aku kangen.”

Tanpa notifikasi itu, seolah jarak kita jadi lebih jauh. Bukan cuma secara fisik, tapi juga secara rasa. Karena selama ini, aku gak pernah punya keberanian untuk benar-benar menyapamu. Yang kupunya cuma story. Dan kamu... yang diam-diam melihatnya.

Sekarang aku bertanya-tanya, kenapa kamu berhenti? Apakah kamu tahu? Apakah kamu sadar aku nungguin kamu tiap kali aku posting? Apakah kamu sadar bahwa story itu, sebenarnya adalah surat terbuka yang gak pernah kuberi nama penerimanya?

Lucu ya, aku mencintai seseorang dengan cara paling sunyi: berharap dari notifikasi. Dan sekarang, saat notifikasi itu tak lagi datang, aku gak tahu harus berharap lewat apa.

Aku bukan seseorang yang berani mengungkapkan isi hati secara terang-terangan. Aku hanya seseorang yang menyimpan terlalu banyak rasa dalam diam. Tapi kehilanganmu dari layar kecil itu, sekadar tanda bahwa kamu lihat membuat diamku jadi makin berat.

Af...
mungkin kamu gak sadar,
tapi kamu pernah jadi satu-satunya notifikasi yang paling aku tunggu,
bahkan lebih dari semua pesan yang pernah masuk ke ponselku.

Dan sekarang,
kamu juga jadi yang paling aku cari,
di tempat yang kini tak lagi ada jejakmu.

You May Also Like

0 komentar