Sudut Tempat Manapun

by - April 20, 2025

Aaf, waktu itu aku pernah bilang “Semoga kita tidak pernah bertemu di kebetulan manapun, yaa.”

Lucu ya, kalimat itu keluar dari mulutku, seolah-olah aku yang paling siap menghapus kamu dari hidupku. Padahal, nyatanya… setelah kata-kata itu mengudara, aku justru jadi yang paling sering berharap.

Setiap jalan yang aku lewati, setiap sudut kota yang kakiku pijaki, tanpa sadar mataku selalu mencari kamu. Entah itu di antara keramaian, di balik jendela mobil yang melintas, atau bahkan di wajah-wajah asing yang samar-samar mengingatkanku padamu.

Bahkan ketika aku tahu kamu tak mungkin ada di sana, bahkan di kota yang jaraknya ribuan kilometer dari tempatmu, aku tetap melakukannya — tetap mencari. Seolah-olah, kalau aku cukup keras berharap, semesta bisa luluh, dan menghadirkanmu di depan mataku.

Aaf, kamu tahu hal paling menyebalkan dari semua ini?

Saat semua orang bisa dengan mudahnya bertemu denganmu, dalam kebetulan yang sederhana, aku justru jadi orang yang paling tidak pernah diberikan kesempatan. Aku, yang mungkin pernah kamu doakan untuk tidak bertemu dalam kebetulan apapun, justru jadi orang yang paling ingin melihatmu, walau hanya dari kejauhan.

Jadi, kalau waktu itu aku terlihat kuat saat mengucapkan kalimat itu, percayalah — itu cuma topeng. Karena sampai detik ini, aku masih mencari kamu di setiap persimpangan jalan, di balik mata orang-orang yang berlalu-lalang. Aku yang mengucapkan, tapi hatiku yang diam-diam terus membantah.

Terkadang aku berpikir, mungkin memang benar, kalimat yang aku ucapkan dulu bukan sebuah permohonan… tapi kutukan yang tak sengaja aku ciptakan untuk diriku sendiri. Kutukan di mana aku harus terus mencari kamu, tapi tak pernah sekalipun diizinkan bertemu.

Aaf, kalau suatu saat semesta bosan mempermainkanku, aku harap kebetulan itu akan datang juga untukku. Tapi jika tidak, biarkan aku tetap menjadi pengembara yang setia. Karena di setiap jalan yang aku lewati, mataku tetap akan mencari kamu, seperti kebiasaan yang tak pernah bisa hilang. Dan hatiku, akan tetap diam-diam menunggu, meski aku tahu… kamu tak pernah berniat datang untukku.

You May Also Like

0 komentar